SKRIPSI S-1 TEKNIK SIPIL, Januari :2007

Font Size:  Small  Medium  Large

EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

Ichang Chandra

Abstract


Krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998 sempat menghambat program pembangunan yang telah direncanakan. Banyak pembangunan-pembangunan yang dihentikan di tengah jalan atau tidak jadi dilaksanakan karena kesulitan ekonomi yang terjadi. Tetapi seiring dengan membaiknya keadaan ekonomi di Indonesia, secara perlahan-lahan pembangunan di Indonesia mulai berjalan kembali. Banyak bangunan-bangunan sipil seperti proyek gedung, bangunan industri dan infrastruktur lainnya yang mulai dibangun kembali. Kondisi yang ada ini memberikan gambaran mengenai terjadinya peningkatan kebutuhan akan jasa konstruksi di Indonesia. Peningkatan kebutuhan akan jasa kontruksi tersebut dibayangi oleh kondisi tajamnya persaingan di dalam dunia industri dan jasa konstruksi terutama sejak diberlakukannya era pasar terbuka pada tahun 2003.

Sebagai bagian dari persiapan untuk menghadapi persaingan yang terjadi di dunia usaha jasa konstruksi tersebut, maka perusahaan-perusahaan jasa konstruksi harus memiliki nilai tambah. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan suatu upaya peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai upaya peningkatan kinerja, salah satunya adalah dengan melakukan evaluasi. Evaluasi tersebut dapat dilakukan terhadap biaya, mutu dan waktu.

Evaluasi dapat dilakukan dengan beberapa metode teknik pemantauan, yaitu Cash Flow, Earned Value, kurva S, laporan harian / mingguan / bulanan, pemanfaatan diagram batang dan lain sebagainya. Metode-metode tersebut menggunakan analisis yang deterministik, yang berarti memberikan suatu pembatasan terhadap variabel yang tidak dapat dikendalikan atau sulit untuk dikendalikan dalam proyek.

Di negara Indonesia, industri jasa konstruksi belum memiliki standar kinerja sumber daya yang sempurna. Oleh karena belum adanya standar yang sempurna, maka timbul suatu ketidakpastian (uncertainty) akan hal tersebut. Bertolak dari ketidakpastian (uncertainty) ini, maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengakomodasi hal-hal atau situasi-situasi yang tidak pasti di dalam pelaksanaan kegiatan suatu proyek konstruksi. Untuk itulah dikembangkan suatu metode yang berbasiskan probabilistik yang diharapkan dapat menjawab kelemahan-kelemahan dari metode deterministik.

Salah satu metode yang berbasiskan probabilistik adalah metode PERT (Project Evaluation and Review Techniques). Di dalam metode PERT, penentuan durasi kegiatan berbasiskan perhitungan yang mengandung konsep probabilistik dengan menggunakan tiga angka estimasi, yaitu nilai optimistik / optimistic value (a), nilai pesimistik / pessimistic value (b), dan nilai yang paling mungkin / most likely value (m). Rentang waktu (range) yang diberikan oleh ketiga angka dalam metode PERT tersebut bertujuan untuk menampung hal-hal yang mengandung unsur ketidakpastian (uncertainty) yang disebabkan oleh banyak faktor (multi varied factors) sehingga dapat dianalisis kemungkinan sejauh mana proyek tersebut memenuhi atau menyimpang dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Skripsi ini berusaha untuk menjelaskan suatu teknik evaluasi berdasarkan durasi dengan pendekatan stokastik yang menggunakan metode probabilistik PERT.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.