SKRIPSI HUKUM, 2005

Font Size:  Small  Medium  Large

PELAKSANAAN JAMINAN FIDUCIA MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 42 TAHUN 1999 TENTANG FIDUCIA STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BEKASI NO. 132/PDT.G/2004/PN. BKS.

Dian Prinoegroho

Abstract


Kegiatan pembiayaan konsumen sekarang ini sangat diperlukan oleh para pengusaha, khususnya pengusaha kecil dan menengah. Salah satu lembaga pembiayaan tersebut adalah PT. Astra Sedaya Finance, yang dapat memberikan fasilitas pembiayaan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan bermotor (Mobil), konsumen berhak mendapat fasilitas pembiayaan apabila ia telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh PT. Astra Sedaya Finance, guna mendapatkan fasilitas pembiayaan, setelah debitur mendapat fasilitas pembiayaan tersebut, maka barang atau kendaraan yang menjadi objek jaminan tersebut di bebankan dengan fiducia dengan menggunakan akta notaris. Apabila dalam Pelaksanaan perjanjian tersebut pihak debitur lalai untuk membayar angsuran, maka pihak PT. Astra Sedaya Finance berhak untuk menarik kembali kendaraan dan setelah itu akan di lelang untuk membayar hutang-hutang debitur kepada kreditur, apabila hasil lelang tersebut memiliki kelebihan maka pihak kreditur di wajibkan untuk mengembalikannya kepada debitur, dan apabila ternyata hasil lelang tersebut belum cukup, maka kreditur berhak menagih kekurangan tersebut kepada debitur dan untuk mencegah hal demikian, maka debitur harus benar-benar membaca perjanjian serta debitur di larang mengalihkan objek jaminan sebelum berakhirnya perjanjian, karena hak kreditur akan mengikuti benda jaminan tersebut.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.