SKRIPSI HUKUM, 2009

Font Size:  Small  Medium  Large

Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Yang Beritikad Baik Dalam Perjanjian Jual Beli (Studi Kasus Soeharsono Wirjodoedjono Melawan PT Modern Putra Indonesia).

Derwin Derwin

Abstract


Akta sewa menyewa tanah dan bangunan antara Soeharsono dengan Windu sebagai penyewa adalah perjanjian sewa menyewa pada umumnya dan telah berlangsung dengan baik. Soeharsono sebagai pemilik atas tanah dan bangunan tersebut ingin membuat sertifikat tanah. Dimana sebelumnya tanah tersebut belum memiliki sertifikat. Dimana saat itu, Windu mengetahui hal ini dan menawarkan pembuatan sertifikat serta pembelian atas tanah dan bangunan tersebut. Namun setelah dibuat Akta Jual Beli tersebut, timbullah masalah dimana Windu sebagai pembeli melakukan wanprestasi. Setelah sertifikat selesai di urus, nama yang ada dalam sertifikat tersebut adalah Nini Kusnadi yang tak lain istri dari Windu. Setelah itu Nini melakukan pinjaman kredit kepada Bank BII dengan jaminan tanah dan bangunan tersebut. Dan Nini mengalami kredit macet. Bank BII pun memasang hipotik atas tanah dan bangunan tersebut. PT Modern Putra Indonesia setuju untuk menembus utang Nini dengan Akta Jual Beli dan Pelepasan Hak. Namun akibat wanprestasi dari Windu sebagai pembeli pertama, PT Modern Putra Indonesia harus kehilangan hak nya sebagai pemilik yang sah atas tanah dan bangunan. Bagaimana Perlindungan Hukum terhadap pembeli yang beritikad baik bila pembeli sebelumnya  wanprestasi dalam hal pembayaran objek jual beli? Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian hukum normatif dan empiris. Seharusnya dengan dipenuhi syarat-syarat suatu perjanjian, PT Modern Putra Indonesia dikatakan sebagai pembeli yang beritikad baik dan harus dilindungi oleh  hukum namun kenyataannya bertolak belakang dengan Putusan Pengadilan Negeri. Dimana dalam Pasal 1244 dan 1245 KUHPer dan beberapa Yurisprudensi MA RI mengatakan bahwa pembeli yang beritikad baik harus dilindungi oleh hukum. Hal tersebut sejalan dengan azas perlindungan hukum terhadap pembeli beritikad baik, seperti ditegaskan oleh pakar hukum perdata alm. Prof. RE. Subekti. Pada dasarnya  Undang-Undang dibuat untuk melindungi hak-hak para pihak dalam perjanjian.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.